Posts

Ditinggal Nikah

Image
Tulisan ini gue dedikasikan untuk temen curhat gue yang baru aja ditinggal nikah oleh perempuan yang dia suka sejak bertahun – tahun lalu.Pertama gue tahu kalau perempuan yang disukai temen gue menikah, gue speechless. Gue langsung keingetan temen gue itu. Gue langsung chat dan nanya dia.“Kenapa lu ga cerita???”Tentu saja dia tahu pertanyaan ini mengarah ke siapa. Gue tanya apa dia baik – baik aja, gimana perasaannya. Kapan dia tahu tentang ini. Kenapa dia ga cerita ke gue.Entah kenapa, gue sedih. Sediiiiiihhh banget. Hati gue merasa ditusuk (padahal bukan gue yang ditinggal nikah). Gue ga tahu kenapa gue ngerasa kayak gitu. Mungkin karena gue tahu temen gue ini udah suka sama perempuan itu dari lama. Bukan sekadar suka, dia tergila - gila (yang tentu saja, dalam artian baik). Buat dia, perempuan itu seorang panutan. Banyak bikin dia termotivasi. Dia belajar banyak dari perempuan itu. Katanya sih perempuan itu ga tahu kalau temen gue ini sayang sama dia. Tapi, dilihat dari betapa polo…

Pengingat Diri

Image
Semua orang punya latar belakang yang beda – beda.Kehidupan yang beda.Proses hidup yang juga beda.Sabar, gak semua harus punya timeline hidup yang sama. Semua punya waktunya masing – masing.Di saat temen – temen lo yang lain udah pada lulus dan lo masih bingung sama draft proposal skripsi, gapapa. Lo cuma harus tetep berusaha aja. Tetap ada pada timeline hidup lo sekarang. Gausah bandingin diri sama yang lain.Ada beberapa temen lo yang udah nikah, punya anak, bangun rumah sendiri. Tapi lo masih disini, stuck dengan kondisi relashionship yang gitu – gitu aja. Gapapa. Semua punya waktu masing – masing. Lo ga perlu berkecil hati.Banyak temen lo yang sudah mulai merintis usaha, bahkan sampe sukses. Tapi lo baru bisa berkhayal tentang mimpi dan cita – cita yang pengen lo capai. Gapapa. Lo ga lebih rendah kok dibanding mereka.Lo punya blog dan bisa nulis semua keresahan yang lagi lo alami, bisa nulis artikel dan dibayar, bisa ngajar anak SD di rumah dan berbagi ilmu, lo keren. Gue tetep ban…

Tentang Kecewa

Image
Gue pernah dikecewain. Gue tahu rasanya. Dulu pertama gue dikecewain, gue lama sembuhnya. Sediiiihh mulu. Belum lagi fase - fase yang ga bisa percaya lebih sama orang lain bertahun - tahun setelahnya. Terus ketika gue mulai bisa pelan - pelan buat percaya, gue dikecewain lagi untuk kedua kalinya. Waktu itu gue pikir gue gaakan pernah bisa terima dan percaya lagi sama orang. Tapi ternyata, cinta bisa bikin buta. Gue mau kasih kesempatan ke dua buat dia. Gue tahu kesalahan itu udah ada di masa lalu, dan kita ga hidup di masa lalu. Semua orang punya kesempatan buat berubah jadi lebih baik. Walaupun ga semudah secepat itu juga sih, gue kasih kesempatannya. Sampe setahun ke depan gue masih ga bisa ikhlas. Tiap inget apa yang dia lakuin ke gue, bawannya gue pengen nangis dan marah sama dia. Gue ga terima. Dia selalu ngingetin gue kalau gue ga boleh kayak gitu. Bukan karena ngebela yang lain, tapi itu semua demi diri gue sendiri. Gue ga boleh jadi orang yang pendendam. Gue harus belajar ikhl…

20 / 20 pt. 3

Image
Halooo, welcome to the new chapter of my story! Buat yang belum baca part sebelumnya, part 1 bisa dibaca disini dan part 2 disini yaaa!Ternyata, cerita hubungan gue ga melulu bahagia. Gue punya sedikit cerita tentang dikecewain waktu gue SMA. Jadi, waktu SMA gue punya cowok. Hubungan kita berjalan sekitar delapan bulan. Kalian tahu alasan putusnya apa? Dia bilang mau fokus Olimpiade Kimia. Sungguh alasan klasik anak SMA wkwkwkwk. Ternyata setelah putus, di saat gue lagi dalam fase sedih – sedihnya, dia jadian sama kakak kelas gue. Bener – bener. Gue tertipu dan gue merasa bodoh. Padahal, apa salahnya jujur bilang kalau bosen ya kan? Daripada nyari – nyari alasan ga jelas. Haduh.Semenjak saat itu, gue jadi males berhubungan lebih sama cowok. Takut disakiti lagi. Eaaaaak. Sampe akhinya gue ketemu “dia”, pelan – pelan gue mulai percaya lagi sama cowok. Awal deket sama dia pun ga mudah, banyak yang gue takutinnya. Takut percaya lagi, takut disakiti lagi. Takut terlalu berharap dan akhirny…

Matematika dan Segala Drama-nya

Image
Kali ini gue mau curhat tentang masa – masa gue kuliah. Banyak drama-nya, cuy.Jadi, saat ini gue berkuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) Fakultas MIPA Jurusan Matematika. Kenapa pilih Matematika murni? Itu adalah pertanyaan yang sering gue terima di awal gue masuk kuliah. Jawabannya, hanya karena gue senang sama Matematika dan itu mata pelajaran yang paling gue kuasai dibanding mata pelajaran lain. Berbeda dengan temen – teman gue yang lain yang sudah tau mau ngapain di Matematika dan mau jadi apa nantinya, gue hanya terjun bebas ke dalam jurusan ini dengan alasan suka.Pertama kali gue masuk Matematika Unpad, gue merasa bangga. Banyak orang yang bilang “wah, kamu keren, ambil jurusan Matematika murni”. Ada juga yang bilang “oh, lulusnya nanti jadi guru ya”. Ga sedikit komentar nyinyir yang gue dapatkan, tapi tak terlalu gue hiraukan. Yang penting gue nyaman dengan pilihan jurusan gue sekarang.Banyaaaakkk banget suka duka yang terjadi selama gue kuliah di jurusan ini. Waktu semest…

20 / 20 pt. 2

Image
Haloooo selamat datang di part 2 dari series 20/20!! Lagi semangat nulis nih wkwkwk. Buat yang belum baca part 1 nya, bisa dibaca disini yaaa. Yuk, lanjut ceritanya.
Pernah suatu hari, kita ada acara buka puasa bersama se-angkatan. Kita masak – masak dulu di kampus, baru buka puasa di aula kos-an salah satu temen gue. Nah, waktu itu gue nebeng motor temen gue, cowok, buat ke kosan temen gue. Nah, si dia ini ngeliat, dan ga ngomong apapun. Malah temen – temennya yang kayak bertanya – tanya, kok gue ga sama dia. Tapi yaudahlah ya, waktu itu gue merasa malu dan gatau deh, lagi ga pengen bareng dia aja.
Kita buka puasa bersama. Semuanya berjalan normal. Waktu mau balik, gue jalan ke depan gang sama temen – temen gue yang lain dan naik angkot ke kosan. Waktu gue lagi jalan, dia lewat pake motor dan ngebonceng temennya. Gue baru tahu kalau waktu itu temennya sampe nanya, apakah dia harus turun biar si dia bisa nganterin gue balik. Lucu sih. Tapi waktu itu dia ga nganterin gue balik. Gue balik…

20 / 20 pt. 1

Image
Halooo! Wah, udah lama banget ya ini blog gaada postingan baru wkwkwk. Maafin gaes, lagi mager – magernyaaa.
By the way, hari ini tanggal 07 Juni 2020 ya. Enam hari lagi anniversary hubungan gue yang ke-tiga tahun.. Ini gatau harus seneng atau sedih sih. Jadi, hari ini gue pengen cerita tentang hubungan gue. Please, kalau kalian mulai merasa jijik atau mual bahkan muntah, manga langsung di-close aja ya!
Jadi, pertama kali gue kenal dia waktu kita sama – sama jadi panitia inti di event angkatan di tahun 2016. Gue sama dia seangkatan (bahkan sekarang satu peminatan). Waktu itu gue jadi sekretaris dan dia jadi anak logistik. Gue ngehubungin dia buat nanya, apa dia butuh surat buat peminjaman barang. Ya begitulah, chat awal kita perihal surat-menyurat. Cuma itu.
Suatu ketika, waktu event udah kelar, dia tiba – tiba nge-chat gue dengan gaya bahasa yang sering gombal ga jelas. Waktu itu gue ga baper, karena gue tahu dia memang tipikal orang yang begitu. Gue cuma ladenin seadanya, dan kita chat…

Kamu.. Dimana?

Image
Jam menunjukkan pukul dua. Sudah dini hari. Banyak yang ingin dikatakan, tapi tak kuasa dikeluarkan. Berapa banyak lagi yang harus dipendam? Kamu.. dimana?
Mentari sudah hadir menggantikan bulan. Hangat menyentuh kulit. Ingin tersenyum menyambut, namun wajah terasa kaku. Tak bisa digerakkan. Kamu.. dimana?
Kapan terakhir kali kamu merasa beruntung hidup di dunia? Apakah saat ulang tahun dikelilingi banyak orang? Atau kah saat berhasil sembuh dari suatu penyakit? Saat berhasil menyelesaikan studi dengan nilai baik, mungkin? Atau saat melihat orang tua mu tersenyum bangga atas keberhasilan mu? Kamu.. dimana?
Atau mungkin, kebahagiaan mu ada saat kau berhasil menangkap undur - undur dari dalam tanah? Berhasil mengejar layangan putus? Atau kah saat menang catur melawan Ayah? Atau saat berhasil memasak kue coklat yang lezat? Mungkin kah, saat dibolehlan bermain hujan di luar sana? Kamu.. dimana?
Di masa - masa terpurukmu, apa yang kau lakukan? Menangiskah? Atau menyakiti diri sendiri? Menyalahkan diri sendiri at…

Manusia Pesakitan

Image
Katanya, manusia punya enam emosi dasar dalam dirinya. Bahagia, sedih, takut, jijik, marah, dan terkejut. Kadangkala ia dapat merasakan semua emosi itu. Menjadi manusia normal seutuhnya. Tapi seringkali, ia tak dapat merasakan apa-apa. 
Ia tak bahagia, tak juga sedih. Ia tak takut, apalagi jijik. Tak marah dan tak terkejut. Ia merasa hampa. Bahkan saat benda tajam menembus kulit tangannya, ia tetap merasa hampa. Tak ada rasa sakit.
Suatu ketika, kakinya bergetar hebat. Ia merasakan keram hebat. Saat keramnya mulai pulih, ada sensasi aneh di tungkai kakinya. Ia tak merasakan apa-apa. Ia mati rasa. Ia jatuh tanpa bisa menggerakkan kakinya.
Kursi roda. Kini ia berteman baik dengan kursi itu. Ternyata bukan perasaannya saja yang mati rasa. Kakinya juga. Ia tak akan pernah bisa berjalan normal lagi.  Makin sering benda tajam menusuk kulit tangannya, tapi tetap saja, tak ada rasa sakit. Saat ia melihat darah yang perlahan mengucur, ia hanya bisa melihatnya tanpa merasakan apa-apa.
Kini ia lebih sering ter…

Manusia Tanpa Cerita

Image
Ia hidup. Setidaknya itulah yang terlihat. Tapi aku tak tahu, apakah jiwanya pun turut hidup atau tidak.
Ia tak punya nama. Atau hanya aku lah yang tak tahu nama dari dirinya, sehingga ku anggap ia tak punya nama.
Ia tersenyum, kadangkala tertawa. Tapi aku tak mengerti, mengapa matanya redup saat ia tersenyum. Apakah senyumnya hanya sebatas tarikan bibir agar terlihat hidup?
Ia selalu ada untuk mendengarkan. Aku yang selalu banyak berbicara, bercerita, berkhayal, mendongeng. Ia hanya disana, diam mendengarkan. Saat ku tanya apakah ia punya cerita, ia selalu menggeleng. Seolah ia hidup tanpa alur. Hidup yang hanya dijalani karena harus dijalani.
Saat cerita ku sudah habis dibagi, kami kehabisan topik percakapan. Hanya diam saling melihat, tanpa ada satu pun kata yang terucap. Kadangkala situasi ini tetap menyenangkan. Tapi seringkali, ini membuatku sedih. Tak sekali – dua kali aku melihat binar matanya hilang. Redup. Seolah ia memang tak hidup. Aku tak mampu menghidupkan binar itu. Mungkin memang bukan …

Putus

Image
Ini sudah hari ketiga ia tak menghubungi sama sekali.
Aku sudah benar – benar kesal dan putus asa. Di kampus pun ia tidak menyapaku sama sekali. Kami seperti orang yang tidak saling mengenal. Kami bertengkar hebat tiga hari yang lalu, menyisakan masalah yang tak terselesaikan. Sejak hari itu kami tidak saling menghubungi.
Sore tadi tiba – tiba ia menghubungi ku. Mengajakku bertemu di luar untuk mengobrol. Aku hanya meng-iya-kan tanpa bertanya topik apa yang akan diobrolkan. Tentu saja tentang masalah ini. Aku memiliki firasat buruk tentang obrolan nanti. Sepertinya hubungan ini tidak akan berhasil.
Kami bertemu di cafĂ© malam itu. Ia sudah berada di sana lebih dulu. Setelah memesan minuman, ia mulai berbicara. Ia bertanya apakah ada hal yang ingin aku sampaikan. Tentu saja ada, banyak sekali yang ingin aku katakan padanya. Namun ku persilahkan ia berbicara duluan. Ia hanya diam, cukup lama. Sampai akhirnya ia berkata, bahwa ia lelah dengan semua ini. Lelah dengan hubungan kami. Lelah den…

Mantan

Image
Pagi itu aku merasa demam.
Sudah dua hari ini aku merasa pusing dan selalu muntah - muntah setiap sore menjelang malam. Maag ku sedang parah sepertinya. Setelah meminum beberapa obat, ku paksakan pergi ke kampus menggunakan ojek. Aku tetap harus masuk kelas karena hari ini diadakan kuis dan tidak ada susulan. Beruntungnya aku hanya ada satu kelas hari ini.
Setelah kuis berakhir, aku segera pulang ke kos – an ku. Badan ku semakin tak karuan. Aku kembali memesan ojek karena tak yakin bisa sampai kos – kosan ku dengan selamat jika aku pulang menggunakan angkutan umum. Badan ku sudah benar – benar lemas saat aku naik ke lantai dua dimana kamar ku berada. Saat membuka kunci kamar, ku rasakan sakit kepala hebat dan tiba – tiba saja semuanya menjadi gelap.
Mataku perlahan terbuka karena mencium bau kayu putih. Ku lihat aku terbaring lesu di lantai depan kamar ku. Beruntungnya aku ditemukan oleh teman kos ku. Segera setelah aku sadar, ia langsung membopongku menuju motornya dan membawa ku ke U…

Tentang Berserah Diri

Image
Gue lagi sedikit nostalgia nih, tentang peristiwa - peristiwa yang terjadi di hidup gue.
Gue keingetan pas gue masuk rumah sakit dulu, gara - gara DBD. Sepuluh hari full cuy, di rumah sakit. Lebih lama dibanding saat gue operasi usus buntu dulu. Ditambah lagi dengan drama tiga Kali bulak - balik UGD sebelumnya, karena hasil cek darah gue normal tapi suhu tubuh gue selalu tinggi. DBD gue parah waktu itu. Suhu tubuh gue selalu 39 derajat koma sekian. Kalaupun diinfusin penurun panas, cuma turun ke angka 38 koma dan palingan bertahan 3 jam terus naik lagi. Waktu itu gue udah ga bisa ngapa - ngapain. Gabisa bangun dari kasur (gue bahkan pipis pake pampers), makanan dan minuman terasa hambar di lidah gue, badan gue lemes, panas, kepala gue pusing ga karuan. Itu kali pertama gue ga buka hp sama sekali selama sepuluh hari. Gue sesakit itu. Gue sampe bosen diambil darah tiap pagi dan disuntik sana - sini. Infusan gue juga dipindah posisi karena tangan gue bengkak.
Sampe suatu ketika, pagi - …

Sepi

Image
Sepi adalah kawan, kala hadir menjadi tiada. Ia setia, lebih sering ada dibanding yang selalu ada. Jika ia punya nyawa, mungkin ia sudah menjadi teman hidupku sampai akhir. Terima kasih sepi, untuk segala waktu yang kau sisihkan.
#NgomongSendiri

Cincin Bermata Satu

Image
Aku mematut diriku di depan cermin untuk terakhir kalinya, memastikan penampilan ku sempurna. Aku tersenyum gugup, memperlihatkan pantulan cermin yang juga tersenyum menatapku. Hati ku berdebar kencang, aku sedikit takut ia akan meledak. Malam ini malam yang penting. Sekali lagi aku memeriksa saku dalam jaket ku, memastikan kotak beludru merah itu ada disana. Memastikan semuanya sempurna malam ini. 
Aku meraih kunci mobil dan melaju menuju rumah kos gadis itu. Ia sudah menunggu di depan dan segera masuk mobil ketika aku berhenti. Ia begitu cantik malam ini. Menggunakan terusan berwarna hitam, senada dengan baju atasan ku. Malam ini kami akan berjalan - jalan menikmati malam kamis yang cerah, merayakan hari jadi kami yang ke lima tahun. Aku melajukan kembali mobil ku menuju street food di kota ini. Daripada cafe, kami lebih senang menghabiskan waktu bersama di street food ataupun warung lamongan favorit kami. Jalanan lenggang. Jam pulang kantor sudah berlalu sejam yang lalu. Ditambah …